Minggu, 15 Oktober 2017

Belajar untuk menemukan sebuah kisah dalam hidup itu seperti kita belajar untuk memahami isi dari kitab suci yang kita yakin. Karena setiap orang, kelompok itu memiliki jalan dan cerita hidupnya masing-masing. Dan dalam perjalanan kita harus mengetahui apa yang menjadi tujuan atau ending dari perjalan kita. Untuk mengetahui identitas kita sebagai hamba tuhan maka kita harus memilih untuk membuat jalan kita. Jalan yang kita pilih harus berbanding lurus dengan apa yang kita yakin. Agar kita tidak salah dalam memilih untuk melangkah.
Kitab tuhan itu sebagai kompas dalam hidup. Kitab tuhan itu sebagai pondasi yang harus di bangun dalam hidup kita. Karena untuk mengetahui dari mana kita, maka kita harus lebih tahu siapa kita. Masalah dari mana kita bukan hanya di lihat dari persepsi biologi (turunan) tapi dari mana kita harus di lihat dari apa yang kita pahami. Bila kita sudah tahu dari mana kita maka yakin kita akan sudah sampai pada tahap yang kedua.
Dalam hidup hal yang paling sulit di lakukan adalah menentukan pilihan di hari ini. Karena hari esok belum tentu jadi milik kita. Berjalan dalam sebuah keyakinan itu adalah sesuatu hal yang sangat mutlak. Karena semua yang terjadi di sekitar kita itu terjadi di luar kemampuan kita. Ini bukan berarti kita tidak punya alasan untuk berbuat, berharap dan mempunyai optimis dalam menjalani hidup. Tapi ketidak mampuan kita yang menjadi alasan yang paling objektib dalam hidup kita. Seberapa besar kita mengaturkan langkah kita untuk melangkah dan seberapa besar kita menegahkan kepala kita daLam menjalani dan menatap semua yang terjadi dalam kehidupan.
Dalam menjalani kehidupan kita tidak bisa untuk mengelah kalau dalam hidup  pasti akan sampai pada sebuah kejenuan. Ini bukan masalah seberapa kuat kita, seberapa lemah dan seberapa mengeluh. Karena dalam sebuah perjalan pasti memiliki akhir dari sebuah perjalanan. Akhir dari perjalanan inilah yang nantinya akan membuat cerita dan apa yang kita dapat dari perjalanan itu. Ini bukan sebuah kesimpulan yang di ambil dari sebuah perjalanan atau akhir perjalanan yang di bangun daLam dogma kondisi. Tapi awal dan akhir yang di ambil dari perjalan yang di ambil dalam sebuah intuisi yang di dasari oleh sebuah idiologi (kitab suci).

Dari mana kita berasal
Dari mana kita harus memulai
Dan di mana kita harus bertahan dan berhenti.

Identitas adaLah wancana idiologi yang lahir dari rahim penasaran
Tujuan bagian dari sebuah kehausan dan ketidakpuasan kita.
Dan berhenti adalah sebuah kebodohan

Egois dalam memilih
Marah dalam melangkah
Berteriak dalam ketidak puasan
Dan tertawa dalan kehampaan

Mengeluh dalam doa
Bertahan daLam sebuah keyakinan
Optimis dalam kemalasan
Dan berharap dalam sebuah keluhan

Hidup terasa hampa bila tidak punya cerita
Hidup terasa asing bila kita tidak mengenal
Dan hidup terasa sulit bila kita tidak melangkah

Berjalanlah dengan keyakinanmu
Berbuatlah dengan kemampuanmu
Dan berhentilah bila kamu tidak lagi mampu untuk bernapas

Tuliskan semua ceritamu
Sebarkan semua karyamu
Dan jangan lupa untuk menikmati semua yang kamu lakukan

Hidup akan di kenang bila kita punya cerita
Cerita akan di kenang bila kita pernah berbuat
Dan bukti adalah hasil dari perjalanan kita.

                                           Karya
                                       Rausyan pikir

0 komentar :

Posting Komentar